Seiring dengan berjalannya waktu aku beranjak remaja masih tetap seperti dulu, Aku memasuki pendidikan Menengah pertama (SMP, blue) disana semua mata mengejekku dengan mngatakan aku anak orang melarat, orang tak punya...Hufff betapa mudah mereka memberiku predikat hanya karena aku tak memiliki sepeda motor, betapa kejamnya lingkungan saat itu Aku lari
karena aku bosan dihujat setiap hari. Sekolahku jauh lebih seram dari kuburan hingga akhirnya Aku memutuskan untuk berkawan dengan preman-preman yang tak lain teman sekelasku sendiri, Kita berteman bertemu dalam satu genk, Genk melarat namanya kondisinya jauh berbeda dengan teman-teman lain yang saat itu ada yang Ayahnya seorang DPRD ada yang anaknya Kontraktor besar...Anak orang kaya itu enggan melihatku "JIJIK" Katanya. Aku sendiri dengan berat hati bergabung dengan genk melarat teman-temanku sibuk berkenalan dengan virus NAPZA (Narkoba Psikotropika dan Zat Adiktif) mulai dari merokok bahkan ngeFLY (Ngelem, blue) nyedot lem sepatu hanya karena ingin melupakan kejadian sekolah...Betapa malangnya nasip kami bahkan ada yang sampai jual diri karena ingin beli HP (Handphone, blue) Miris hati ini merasakannya....tapi apa boleh buat aku tak sanggup berbuat lebihTiga tahun berlalu dalam kelabu... Aku melanjutkan study ke sekolah yang lebih tinggi. Ahhhhhh...... Akhirnya aku bernafas lebih lega semua teman-temanku yang kaya raya semuanya gagal memasuki sekolah negeri, betapa bangganya
aku kala itu...Masuk di SMKN 3 BUDURAN Perkapalan disini tidak ada lagi yang seperti dulu, meskipun disini mayoritas cowok dari 360 Siswa hanya ada 40 orang yang berjenis kelamin perempuan... Disini tempat dimana perbedaan dihargai tak pernah terdengar kata permusuhan. Aku bahagia bercampur bangga ada disini... Aku tak pernah diejek seperti dulu lagi. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berjilbab Ingin kubuktikan pada semua orang. Dulu aku begitu karena aku punya alasan... karena aku kesepian aku butuh teman Aku butuh sahabat dan disini di sekolah yang amat sangat kucintai ini semua yang aku butuhkan selalu ada aku punya ratusan bahkan lebih... Mereka adalah sahabat yang mengerti aku. dan teman-teman untukku berbagi senang, susah, sedih... Disini aku merasa seolah hidup disurga, betapa nyamannya berada di sekolah ini. Hingga saat ini aku telah lulus dan bekerja namun tetap ingatan masa itu sungguh terlalu manis untuk dilupakan tak pernah aku merasa bahagia seperti ini sebelumnya, seolah baru kemarin kita sama-sama menjalani MOS(masa orientasi siswa, blue) Semoga Perguruan tinggi yang akan kujalani nanti sama indahnya seperti sekolah tercinta ini
By: Filiya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D