Kamis, 24 Februari 2011

TANPA KATA

Tanpa kata
rasa ini berbicara tanpa kata
dengan mata
dia bercerita
tentang rindunya

Jemariku mendengarnya
mendengar senyum bahagia
dari nadinya
 
 By: Filiya Sang Putri Alfath

Rabu, 23 Februari 2011

MERPATI

Merpati itu terbang semakin tinggi
Lambaian tanganku mengiringnya pergi

Kubelai lembut jambulnya
Kuusap sayapnya
Indah parasnya
Matanya menatapku manja
Pergilah meraih angan
Yang tak sabar untuk diwujudkan

Pundakku selalu ada untukmu
bertengger melepas penatmu
Hatiku dan hatimu yang satu
Meski tak selamanya disampingku

Rasakan mimpimu
Tak sangup menunggu
Sembunyikan mata sayu itu
Bawa jauh dariku
Satu kecupan mengiringi kepergianmu
Aku hanyalah salah satu dahan layu
Yang takut jika merindukanmu 


17-02-2010
By: Filiya Sang Putri Alfath

Selasa, 22 Februari 2011

TEROR

TEROR
Bungkam mulut komentator
Mencekeram nurani dengan tangan-tangan kotor
Bangsa ini bukan pelor
Berusaha lari dengan jam karet molor
Guru kami para koruptor
Setiap nasehat mengharap honor

Kami ingin lari
Kami ingin pergi
Pelukan ibu pertiwi
Tak lagi hangat di hati
Lalu disudut mati
Serak itu memaksa telinga berdiri
“Lindungi kami…!”
“Kami anak negeri…”
Lalu intuisi
Berteriak ilusi
Bungkam mulut komentator
Berdasi dandanan menor
Berkata ba bi bu lalu ngeloyor
Tidakkah kau lihat?
Saat pak menteri saling menghujat
Bagai maling sandal
Kucing-kucingan rebutan modal
Mencengkeram nurani dengan tangan-tangan kotor
Koruptor mewabah terus meneror
29 November 2010
By: Filiya Sang Putri Alfath

tanpa sayap

Merindukan malaikat tanpa sayap
Yang menerbangkan angan dengan sentuhan jemarinya
Turun perlahan bagai kupu-kupu
Hinggap di mahkota bunga
Bunga-bunga yang lelah menanti... 
Inilah dia, Inilah dia
Dengar bidadari-bidadari surga berbisik tentangnya
Esok hari malaikat itu akan bawakan segenggam mimpi untuk kita
Bukan untukmu atau untukku 
____________________________________     
       kakakku sayang kapan kembali pulang, Adek menanti kakak sayang. Disini bukan rumah adek atau rumah kakak, bukan pula rumah kita. Hanya rumah dalam singgasana semu.  Rumah Imajinasi kita. Adek bahagia dengan senyum imaji yang kakak berikan. percayalah bahwa kita adalah satu. Walau kakak berada nun jauh disana. 
       Dalam mimpi kita bertemu, Mimpi kita berdua. mimpi adek sendiri, mimpi kakak sendiri. Dengan senyum kakak adek semakin kuat, walaupun detik berlalu dalam sekarat. Kita tetap kuat... Tersenyumlah saat mengingatku, karena dalam senyum itu kutemukan semangat baru...

By: Filiya Sang Putri Alfath

Senin, 14 Februari 2011

Benarkah dia yang terakhir

Ya Allah berikan jalan terbaik untukku...
Hanya itu yang kupinta, jika rasa ini benar untuknya. Jadikanlah ia pria terakhir dalam hidupku... Sungguh hanya Engkau Ya Allah yang maha mengetahui apa-apa yang tidak kuketahui. Dia begitu indah aku bukan bocah kecil yang bermain-main dengan cinta. Tuhan dia begitu sempurna aku ingin selalu bersamanya. Menemani dia meraih harapan dan cita-citanya... Dia memiliki mimpi yang sama dengan mimpiku meski jalannya berbeda. Aku menyayanginya.
My Lord jadilah yg terakhir
aku disampingnya

andai mata itu memahami rasa ini
cinta ini cinta kita
MILIK KITA
bukan untuk mereka
rasa itu tumbuh dan berdiri
diatas gelombang tinggi
kemarilah bergandeng tangan dan bernyanyi
mengharap mentari dan rembulan berputar lagi












By: Filiya Sang Putri Alfath

Sabtu, 05 Februari 2011

Kakak

Kakak rasa ini terlalu berat untuk adek rasakan. Ternyata yang selama ini adek curiga kini jadi kenyataan, adek takut kakak... Adek semakin takut udara ini semakin dingin, harusnya aku yang salah. Kakak rasa ini semakin pahit. belati itu semakin menghujamku semakin dalam semakin jauh mencabik mencakar... Kakak aku tak sanggup lagi. Kakak.... Kakak... Kakak....!!!!!
Kecurigaanku menjadi kenyataan...
Adek semakin takut Kakak
Berhentilah memanggilku sempurna
Adek tak seperti yang kau bayangkan
Adek butuh waktu untuk sendiri...
 Jangan panggil namaku lagi
Cinta membuat hatiku mati
disini tak ada rasa lagi
Yang ada hanya angan, cita-cita, dan mimpi


By: Filiya Sang Putri Alfath