Selasa, 22 Februari 2011

TEROR

TEROR
Bungkam mulut komentator
Mencekeram nurani dengan tangan-tangan kotor
Bangsa ini bukan pelor
Berusaha lari dengan jam karet molor
Guru kami para koruptor
Setiap nasehat mengharap honor

Kami ingin lari
Kami ingin pergi
Pelukan ibu pertiwi
Tak lagi hangat di hati
Lalu disudut mati
Serak itu memaksa telinga berdiri
“Lindungi kami…!”
“Kami anak negeri…”
Lalu intuisi
Berteriak ilusi
Bungkam mulut komentator
Berdasi dandanan menor
Berkata ba bi bu lalu ngeloyor
Tidakkah kau lihat?
Saat pak menteri saling menghujat
Bagai maling sandal
Kucing-kucingan rebutan modal
Mencengkeram nurani dengan tangan-tangan kotor
Koruptor mewabah terus meneror
29 November 2010
By: Filiya Sang Putri Alfath

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya tunggu kritik dan sarannya :D