TEROR
Bungkam
mulut komentator
Mencekeram
nurani dengan tangan-tangan kotor
Bangsa
ini bukan pelor
Berusaha
lari dengan jam karet molor
Guru
kami para koruptor
Setiap
nasehat mengharap honor
Kami
ingin lari
Kami
ingin pergi
Pelukan
ibu pertiwi
Tak
lagi hangat di hati
Lalu
disudut mati
Serak
itu memaksa telinga berdiri
“Lindungi
kami…!”
“Kami
anak negeri…”
Lalu
intuisi
Berteriak
ilusi
Bungkam
mulut komentator
Berdasi
dandanan menor
Berkata
ba bi bu lalu ngeloyor
Tidakkah
kau lihat?
Saat
pak menteri saling menghujat
Bagai
maling sandal
Kucing-kucingan
rebutan modal
Mencengkeram
nurani dengan tangan-tangan kotor
Koruptor
mewabah terus meneror
29 November 2010
By: Filiya Sang Putri Alfath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D