Aku ingin menyayangimu dengan sedehana
Dengan kata kasih yang sederhana
seperti titik hujan menghapus kemarau
tapi sayang...
kasihku padamu tak sederhana
Cinta ini lebih dalam
melebihi jutaan kata yang pernah kurangkai
Baru kali ini
Penaku tak sanggup berkata
Kertasku tak sanggup bergumam
tentang indahku padanya
Semakin ia menjaduh dan menghilang
bukan lupa yang kudapat
tapi rindu yang kurasa semakin sesak
semakin menghujam
Semakin dalam mencabik
mencakar setiap urat tubuhku
Angan-angan selalu melayang tentangnya
diantara tubuhku yang semakin lemah
lemah saat aku merindunya
Kubiarkan mereka menertawakan sajak
Sajak cinta terburuk
Taukah engkau...
Aku semakin sakit saat tak sanggup menulis
tak sanggup melukis rasa indahku padanya
jariku beku dan tak sanggup menari diatas tuts komputer
hanya tangis
hanya tangis
Yang bercerita
Aku benar-benar merindukannya
Jadilah pasanganku untuk yang terakhir kalinya
Dengan kata kasih yang sederhana
seperti titik hujan menghapus kemarau
tapi sayang...
kasihku padamu tak sederhana
Cinta ini lebih dalam
melebihi jutaan kata yang pernah kurangkai
Baru kali ini
Penaku tak sanggup berkata
Kertasku tak sanggup bergumam
tentang indahku padanya
Semakin ia menjaduh dan menghilang
bukan lupa yang kudapat
tapi rindu yang kurasa semakin sesak
semakin menghujam
Semakin dalam mencabik
mencakar setiap urat tubuhku
Angan-angan selalu melayang tentangnya
diantara tubuhku yang semakin lemah
lemah saat aku merindunya
Kubiarkan mereka menertawakan sajak
Sajak cinta terburuk
Taukah engkau...
Aku semakin sakit saat tak sanggup menulis
tak sanggup melukis rasa indahku padanya
jariku beku dan tak sanggup menari diatas tuts komputer
hanya tangis
hanya tangis
Yang bercerita
Aku benar-benar merindukannya
Jadilah pasanganku untuk yang terakhir kalinya
By: Filiya Sang Putri Alfath
bagus bgt,... wlau ku ga suka akhirnya...
BalasHapuspuisi ini saya buat hanya dalam waktu 7 menit... murni tanpa editan dan peninjauan ulang... terima kasih komentarnya, akan saya jadikan evaluasi :)
BalasHapus