Seketika langit mendung dan meneteskan air mata, Burung
pipit kulihat matanya resah. Sayap
mulusnya basah oleh tangisan mendung. Sore ini kudengar kabar, kekasih hatiku
sakit jauh disana. Seandainya jarak dan waktu tak menjeratku, mungkin aku tlah
disisinya untuk mengelus lembut dahinya. Mengusap tetesan resah mengambang di
pelupuk matanya…
Bila jarak dan waktu berpihak padaku, Aku ingin jadi yang
pertama merasakan pahit dimatamu. Biar kutelan semua perih yang terucap dari
bibir manismu. Ulurkan jemarimu sayang…! Biar ku genggam dan kudekatkan pada
jantungku, dan rasakan setiap degubnya melantunkan do’a kesembuhanmu
Segera sembuh kekasihku
Aku tak sabar menanti senyummu…
By: Filiya Sang Putri Alfath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D