Dia...
Dia...
Semakin menjadi-jadi, aku tak tahan lagi. Aku mulai muak dengan semua ini. Aku menyesal telah jujur padanya. seharusnya rasa ini tak pernah menjadi nyata. Sahabat seharusnya aku mendengar nasehatmu, tentang rasaku padanya jangan berubah jadi cinta.
Maafkan aku sahabat...
Maafkan aku sahabat...
Tangan-tangan itu menari-nari diatas tuts komputer dan merendahkanku. Hya aku memang tak pantas jadi kakakmu. Kau punya segalanya dan aku tidak. Aku hanya orang melarat yang tak sengaja menghalangi tatapan matamu.
Maafkan aku yang pernah merindukanmu....
Maafkan aku
Aku hanya makhluk jelek yang tak punya reputasi
Jangan biarkan tangan sampahku mengotori cat mobilmu
By: Filiya Sang Putri Alfath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D