Sebait embun mengambang di pelupuk
mata.
Dengan kornea sejuta kata.
bersama lidah tak mampu berkata.
Lambai tangan untuk salam berpisah.
Cinta putri selaksa hasta
Untuk ibu dan senyumnya
Yang
tak mampu dibayar nyawa
Walaupun bulan dan bintang mampu
kugenggam
Tanpa senyum ibu, tiada indah yang
lebih mendalam
(tangannya
kusut mengelus kepala putri sambil berkata)
Senyum ibu senantiasa milikmu nak….!
Lemparkan batu impianmu sejauh yang
kau mau
Hanya satu pesan ibu, ingatlah tuhan
sebagaimana yang kuajarkan padamu.
Pergilah….!
Pergilah…!
Raih mimpi dan anganmu
Tugas Ibu hanya merawat dan
membesarkanmu. Dan menyayangimu.
Jika kau cinta padaku sayangilah aku.
Dan janganlah menyangiku karena kau
kasihan padaku.
Sungguh aku selalu menyayangimu sejak
kau di perutku.
Lantaran aku cinta padamu bukan
kasihan padamu.
April 8, 2011
By: Filiya
sang Putri Alfath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D