Sepasang mata yang mampu melihat air mata diantara
larik-larik sajak. bersama 5 paragraf cerita rindu menetes menelusuri kedua
pipi. Adakah terbaca apa yang tertulis hari ini?
“Apabila mentari terasing oleh tabir mendung
Disanalah kau kan lihat betapa, angin dan rintik hujan menari elok bak melodi jiwa
Sesekali spektrum pelangi menyelinap diantara kabut
Warna ini...
Warna ini...
Warna yang pernah kau tunjukkan padaku kala itu
kini warna itu tak seindah seperti saat kau disini”
Disanalah kau kan lihat betapa, angin dan rintik hujan menari elok bak melodi jiwa
Sesekali spektrum pelangi menyelinap diantara kabut
Warna ini...
Warna ini...
Warna yang pernah kau tunjukkan padaku kala itu
kini warna itu tak seindah seperti saat kau disini”
Bersama selembar potret bisu, membuka dialog tentang
indah genggaman jemari bertudung jaket kala langit mengalirkan tugasnya. Betapa
senyumnya menerobos mendobrak gerbang imaji
By: Filiya Sang Putri Alfath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D