Rabu, 20 April 2011

Tertulis

    Sepasang mata yang mampu melihat air mata diantara larik-larik sajak. bersama 5 paragraf cerita rindu menetes menelusuri kedua pipi. Adakah terbaca apa yang tertulis hari ini?

“Apabila mentari terasing oleh tabir mendung
Disanalah kau kan lihat betapa, angin dan rintik hujan menari elok bak melodi jiwa
Sesekali spektrum pelangi menyelinap diantara kabut
Warna ini...
Warna ini...
Warna yang pernah kau tunjukkan padaku kala itu
kini warna itu tak seindah seperti saat kau disini”


Bersama selembar potret bisu, membuka dialog tentang indah genggaman jemari bertudung jaket kala langit mengalirkan tugasnya. Betapa senyumnya menerobos mendobrak gerbang imaji

By: Filiya Sang Putri Alfath

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya tunggu kritik dan sarannya :D