Sabtu, 28 Mei 2011

Dimana Aji...?????

      Diantara deru panas jalanan berdebu, wajah itu kembali hadir menguak sunyi diantara detak waktu yang semakin menggilas. mata kusam menanti janji-janji tak kunjung berarti. gadis muda kurus tinggi melangkah cepat menuju REVO W 1422 YH. waktu di layar HP menunjukkan pukul 14.00 BBWI "belum waktunya pulang kerja" gumamnya dalam hati. tapi dengan secepat kilat ia menyambar jacket dan bergegas menuju kampus Kekasihnya, ya mungkin kekasihnya bukan lagi mahasiswa namun di seorang pengajar mahasiswa.
       Sesampainya dikampus gadis kurus Flo bertanya pada beberapa rekan yang ia mengenalnya, Dia Yuni dan maz Opung, "mas, mbak ketemu si Aji Dirmana...?" tanyanya "wah ndak tau mbak dari tadi aku disini nggak kliatan orangnya!" jawab dua orang itu hampir serempak
      "Dimana Aji...?" "Dimana Aji...?" bisik hati kecil Flo bertanya-tanya. pagi jam 07.00 berangkat kerja setelahnya jam 16.00 pulang. mbolos kerja demi Aji mulai jam 14.00 tadi. Kerja pulang cepat, berangkat kuliah jadi telat. dengan hasil nihil, Ah malangnya gadis kurus nasib Flo. 
       Masihkah tempat di hati Aji masih sama seperti dulu saat pertama Aji mengatakan cinta padanya. Flo selalu ada saat Aji butuh, saat Aji minta ini itu terkadang dengan hal-hal diluar batas nalar untuk seorang gadis muda sepertinya. tak kurang sejumlah sahabat menasehati untuk mulai melupakan Aji. 
"Aji memang pintar dan dia adalah pria yang sesuai dengan apa yang kau harapkan dari seorang lelaki, Namun apa artinya cinta jika kau hanya menyiksa diri Flo...??? Cinta itu saling mengasihi bukan memanfaatkan dan menelantarkan orang yang mengasihi...! harusnya kau sadari itu kau cukup dewasa untuk memikirkan hal itu. Kau selalu ada saat dia butuh tapi setelah kau butuh dia...???? " Aline menasehati dengan lembut seperti biasa, Yah Aline memang beda dia gadis cantik dengan kekasih tampannya Toni yang selalu setia dan sayang padanya. "Cinta ini tak sesederhana seperti yang kau lihat sobat" jawab Flo dengan mata sayu
      Flo gadis biasa dengan keluarga standar hampir di bawah rata-rata. Flo sengaja disekolahkan di STM agar bisa bekerja dan diperas tenaganya saat lulus nanti, Flo menaiki sepeda angin untuk Sekolah meskipun jarak antara rumah dan sekolahnya hampir 10 KM, satu jarak yang mustahil bagi gadis kurus itu untuk menempuhnya, namun waktu dan kesempatan tak pernah berpihak padanya. setelah beranjak kelas 3 dia mulai di doktrin oleh ibunya untuk masuk ke militer. seminggu setelah pendaftaran itu keadaan mulai berbalik. Flo kecelakaan tulang pipinya retak dan dia Gegar Otak, giginya tanggal dan tangan kanannya juga retak. Semua orang turut bersedih Flo gagal dan Flo gagal untuk selama-lamanya. sekarang Flo terpaksa bekerja untuk nyicil motor Rp. 467.000.00 setiap bulannya, dia bekerja sambil kuliah dengan jurusan keinginan orang tuanya pula. Lelah, bosan, jenuh, memang namun inilah kenyataanya, Flo tetap menunggu waktu namun waktu tak pernah berpihak. seperti ingkarnya janji-janji Aji, semua hanya omong kosong


Dimana Setyaji...?
Dimana Setyaji...?
Flo lelah untuk tetap berdiri
Flo kini mulai membenci pelangi
Flo terlalu lelah berdiri menantang matahari
Flo ingin berhenti bernafas dan mati
Mungkin semua orang akan sadar Flo begitu berarti
Disini bunga-bunga dan kupu-kupu tak berani jadi saksi
Flo tetap hidup di dunia tanpa cita-cita dan mimpi
hanya detik yang tetap berlari tanpa arti




By: Filiya Sang Putri Alfath

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya tunggu kritik dan sarannya :D