Rembulan menerawang jeruji jendela
Memandang sayu, gadis yang hilang senyumnya
Sirna sudah harap pada kasihnya
Meringis gadis, di hati penuh luka
Ribuan kelip bintang menetes di pelupuk matanya
Adakah perih ini dia juga rasa
Rasa ini cinta yang terindah, dan kau merusaknya yang
ada hanya udara hampa
Aku memilihmu bukan karena, apa, siapa, mengapa,
atau kenapa
Aku memilihmu seperti bayi yang dilahirkan bunda,
Dan baru memahami saat telah dewasa
Aku mencintaimu kering, lugas, tanpa hiasan tanpa
improvisasi
Beginilah caraku mencintaimu karena aku tak tahu
cara lainnya
Matamu yang selalu bernyanyi di setiap benda yang
kupandang
Bagai udara dan debu-debu yang selalu bersatu
Dan aku masih bernyanyi tentang indah jiwamu,
seketika tanpa sadar kau ucap selamat tinggal tanpa permisi, bersama segala
pemberianmu kini kutangisi
Hampa harapku disini, bersama seribu asa seketika
mati
Kau cintai aku dengan goresan dalam, sebuah belati
Hatiku telah mati
Untuk apa bernafas jika hidup tanpa hati
Aku ingin mati
Aku ingin mati
Aku ingin mati
Adakah kau menangis saat aku mati
Seperti aku menangis saat kau pergi
By: Filiya Sang Putri Alfath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D