Dengan
selembar kertas dan bolpoint seorang gadis termangu di sebuah Jembatan Tua,
sesekali air mata mengalir membasahi kertas di pangkuannya. Disini, dijembatan
tua ini, segala kenangan terlukis begitu nyata. Rani masih saja mengenang
kekasih yang pernah menggandeng tangannya di jembatan ini.
“Rani, apa kau tahu bahwa diriku adalah lelaki
buaya” Tanya Jo padanya
“hah? Seumur hidupku, baru kali ini ada lelaki buaya
mengakui dirinya buaya” sahut Rani sambil melongo
Kemudian Jo mulai bercerita
“tahukah engkau mengapa orang betawi saat menikah
selalu ada yang membawa roti buaya? Itu karena binatang buaya itu selalu setia
pada satu pasangan seumur hidupnya”
“Oh ya? Aku tak tahu”
“Mengapa kamu selalu berkata tidak tahu untuk setiap
hal yang kuungkapkan”
“aku benar-benar tidak tahu, aku tak mau sok tahu”
“cobalah menjawab dengan kalimat lain!”
“yang aku tahu hanya satu”
“apa itu?” sorot mata Jo penasaran
“Aku cinta kamu itu cukup bagiku” sahut Rani dengan
memandang mata Jo lekat-lekat.
“aku berjanji akan setia padamu sayang, jika salah
suatu saat nanti perpecahan terjadi diantara kita, salah satu dari kita harus
mengingat janji kita hari ini”
“aku janji Jo, dan aku akan menepati janji ini” Rani
dan Jo saling mengikatkan kelingking.
Keadaan berubah saat Jo menemukan kehidupan baru di
sebuah perusahaan swasta dan Jo mendapat posisi yang penuh dengan peruntungan. Jo
berkata bahwa dia malu memiliki kekasih seperti Rani. Dengan berat hati Rani
berusaha menerima kenyataan pahit yang diberikan Jo. Rani tetap setia pada Jo
meski lelaki itu mengingkari janjinya untuk hidup berdua. Rani tak mungkin
mengharapkan Jo kembali kepadanya. Hanya dengan bait-bait kata Rani
mengungkapkan rasa rindu pada kekasihnya.
Kali ini nasib berpihak pada Rani, seorang penerbit
melirik tulisannya untuk dipublikasikan ke Media Masa. Kesediaan Rani atas
publikasi melambungkan namanya di seluruh stasiun TV nasional. Kisah Rani dan Jo
difilmkan oleh sutradara kondang di Ibu Kota.
Sebuah acara live menampilkan bincang-bincang
seputar tulisan Rani yang booming.
Presenter tampan mengajukan pertanyaan pada Rani
“jadi kisah ini merupakan kisah cinta anda 18 tahun
yang lalu?”
“Iya”
“Bagaimana jika saat ini Jo melihat acara ini? Apa
yang ingin anda sampaikan?”
“Jika Jo melihat saya disini, saya ingin
menyampaikan kerinduan saya padanya. Hingga saat ini saya masih menantinya,
saya takkan ingkar janji” jawab Rani sambil menyeka air matanya.
By:
Filiya Putri Alfath (28 Juli 2011)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D