Rabu, 20 Juli 2011

REALITA

terlalu banyak puisi terbaca...
lagi-lagi pemerintah, kebusukan, jiwa-jiwa binasa
lalu apalagi...???

Percuma saja meski ribuan huruf merangkai kata
tertumpuk antara barisan alinea
tetap saja yang tuli tetap tuli
yang buta tetap buta
yang tikus tetap tikus

bagaimana tidak?
saat rakyat menggedor-gedor gerbang dan pintu-pintu
mereka hanya asyik memainkan berkas bagai tumpukan kartu
              : 40 % untuk rakyatku 60% untuk kantongku

halaah...
janji janji hanya sekilas label merk tanda harga
pilih aku dan kau kaya...!
              :begitu saja kedengarannya

Sekelebat kenyataan melintas
untuk apa menuliskan bermacam kritik pedas
kalau toh...
tak pernah merubah keadaan

By: Filiya Sang Putri Alfath

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya tunggu kritik dan sarannya :D