Rabu, 10 Agustus 2011

MASIH

Aku masih berjalan

Dari titik goyang ke sudut limbung
Entah
Jika angin malam mampu mendinginkan lara hati
Aku kan mendekap senja hingga fajar
Tujuh ramadhan sekalipun

Sepi meraung-raung menyeretku kesudut ambigu
Terbayang senyummu menendang ulu hatiku
Masih kucoba melupakan parasmu
Kulihat detik melaju menertawakanku

Masih terasa hangat di pipiku
Bekas kau genggam malam itu
Cinta itu telah meraja dalam hati
Harus ku akui
Harus ku akui
Aku menggigil ketakutan mendengar kau akan pergi
Dan kini kau benar-benar pergi

Bulan pucat bersaksi pada alam
Kerinduan membuatku mati perlahan

Menyuruhku menghapus rasa ini?
Bak mentawarkan garam di laut

Selepas kepergianmu
Cintaku masih tetap tumbuh
Seperti ilalang di padang tak bertuan



By: Filiya Sang Putri Alfath