Aku masih berjalan
Dari titik goyang ke sudut limbung
Entah
Jika angin malam mampu mendinginkan
lara hati
Aku kan mendekap senja hingga fajar
Tujuh ramadhan sekalipun
Sepi meraung-raung menyeretku
kesudut ambigu
Terbayang senyummu menendang ulu hatiku
Masih kucoba melupakan parasmu
Kulihat detik melaju menertawakanku
Masih terasa hangat di pipiku
Bekas kau genggam malam itu
Cinta itu telah meraja dalam hati
Harus ku akui
Harus ku akui
Aku menggigil ketakutan mendengar
kau akan pergi
Dan kini kau benar-benar pergi
Bulan pucat bersaksi pada alam
Kerinduan membuatku mati perlahan
Menyuruhku menghapus rasa ini?
Bak mentawarkan garam di laut
Selepas kepergianmu
Cintaku masih tetap tumbuh
Seperti ilalang di padang tak
bertuan
By: Filiya Sang Putri Alfath