Kamis, 29 September 2011

Goresan tinta

Delta Sastra

    I have a dream and i will make it real, Aku punya mimpi dan aku akan membuatnya menjadi nyata. aku pernah terjatuh tersungkur dan kehilangan kendali atas diriku sendiri, aku hanya menangis dan terus menangis. lelaki itu bernama Bangsat yang meniupku dengan segala angan-angan kosong. Lalu lelaki itu melepaskan genggamanku dan menjatuhkanku dari langit mimpi. aku pun kehilangan kendali, akupun terhempas, aku remuk
   Kuraba kembali tanganku yang pernah kau genggam. Dingin, dan nadi berdenyut kosong. riuh rendah manusia-manusia berlalu-lalang. aku tertunduk di sudut mati. Tak pernah kusesali semua yang terjadi, hanya kini aku kehilangan mimpi. Lelaki itu bilang saat aku bersamanya mimpiku akan terwujud tapi sekarang...???
      Bolpoin usang di pojok meja, kuamati, kudekati, kupengang. masih ada tintanya. dengan tinta aku bercerita bagaimana lelaki bangsat itu melenyapkan semuanya. huruf demi huruf merangkai cerita. 
       Lelaki itu yang menjanjikan aku untuk menjadi penulis, namun semua itu tak pernah nyata. lelaki itu pergi dariku dengan menguras isi dompetku, untuk penerbitan katanya, tapi entahlah. aku terlalu bodoh untuk mengerti semua dari awalnya.
       Ku ingat kalimat dari seorang penulis terkenal KIRANA KEJORA di kampung seni Sidoarjo, bersama Cak Ugeng, Mbak Ayu, Mbak Mia. KIRANA BERKATA
Berterima kasihlah pada orang yang telah menyakitimu
 aku tersenyum kecut, tapi inilah realitanya. tanpa lelaki bangsat itu. Namaku tak pernah tercetak di sampul buku, hati kecilku mulai tersenyum simpul. ingin sekali rasa terima kasihku didengar lelaki bangsat itu.

"TERIMA KASIH BANYAK LELAKI BANGSAT....!!!"


By: Filiya Sang Putri Alfath