Rabu, 05 Oktober 2011

SUTRA DAN POHON SALAK

Saat mata sebening embun
Ada hati selembut sutra
Diantara cambuk cinta yang mengayun
Dewa-dewi mabuk olehnya

True love is builshit
Take it or leave it
Seperti jaring-jaring pahit
Di batas cakrawala yang kian sempit

Cerita cinta yang orang-orang bilang, sudah basi di telan realita
Yang kutahu, dimana ada harta disana ada cinta
Seperti wakil rakyat yang mengikat suara
Uang dapat bicara dan berkuasa

Aku seperti sutra dan pelepah pohon salak
Jangan kau dekati, atau duriku akan menyalak
Welcome to our game
Do it…! Or die
 
Aku berdiri disini dan takkan mendekat
Ku tahu durimu kan menjerat
Tapi aku terlambat
Dosa yang kau buat terlalu nikmat

Lalu nyanyian asa membuatku terbuai dengan paksa
Once again
Welcome to our game
Do it….! Or die

Wahai para pecinta
Jurang berkabut memang terlihat seperti surga

Sekarang, mari kutunjukkan padamu
Perih cinta itu seperti sutra yang terlilit di sekujur pelepah salak
Sakit pada awalnya, lalu kau kan terbiasa
Setelah kau terbiasa
Tangan tangan itu akan merengkuh sutra dengan paksa
Hingga koyak tanpa sisa
Jangan pernah membayangkan sakitnya
Seperti sakaratul maut kiranya.

Apalagi yang bisa kau andalkan tentang cinta
Layla Majnun? Mereka berdua mati tanpa pernah bersatu
Romeo Juliet? Romeo meminum racun lalu Juliet bunuh diri
Rama dan Shinta? Shinta diculik dan Rama dibantai

Mungkin Barbie cintanya selalu bahagia
Sayangnya Barbie bukan manusia.

By: Filiya Sang Putri Alfath

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya tunggu kritik dan sarannya :D