Selasa, 05 Juni 2012

PAIN

loves you like to translate
wind that blows on the bridge 
rippled water the soul 


such as nets that ensnare the lungs 
my breath getting heavier 
help feeling that the sharp 
pierced every part of my brain 


Your love is the hardest part 
love grows among the cliffs 
and between the hardness of rock




By: Filiya Sang Putri Alfath

Jumat, 01 Juni 2012

PAGI PRAMURIA

Mentari menyelinap masuk diantara kotak kotak manusia
Segaris lurus seiring gincu yang mulai memudar

Masih dirabanya daging-daging itu
Apakah masih menempel di tulang-tulang?

Mereka berebut mencari kehidupan di hari yang baru
Dimana hari baruku?
Nanti saja
Tunggu saat kelam berjibaku

Mentari semakin tinggi, semakin tinggi pula mimpi-mimpi mereka terbang
Terbang dari dunia yg semakin menjauhkan mereka dari kehidupan
Kehidupan yang sebenarnya (kata orang-orang)
Kehidupan yg tanpa dosa (kata orang-orang)
Kehidupan yang sempurna (kata orang-orang)

Kadang tak habis fikir.
Yang datang malam itu orang-orang juga

Biarlah perempuan itu bermimpi dengan ambisinya
Menggapai kehidupan seperti kata orang-orang
Hanya di alam mimpi mereka tak mendengar orang-orang berkata

Usah dikata lagi
Ini mimpi, mimpi kami sendiri
Kami juga ingin hidup berarti


By: Filiya Sang Putri Alfath