Kepada sejarah yang pernah tertulis
indah diantara pualam mega
urat nadimu lembaran lotus
terpahat cinta yang merah merekah
lalu musim telah muak dengan mawar atas durinya
mengoyak tiap jiwa-jiwa rapuh
percuma diobral cinta sepicis
rombengan pun
tak mau membeli
tak ada pemulung mau memungut
perdu liar mawar di altar suci
hanya menjadi onak tanpa harga diri
mengemispun tak sudi
cinta itu telah menguap
: berharap pada angin malam, kelam, bintang, rembulan, mentari
angin malam, kelam, bintang, rembulan, mentari
milik semua orang, bukan milikmu sendiri
Mawar kering hanya sejarah yang tak pernah diulang
By: Filiya Sang Putri Alfath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D