Sabtu, 12 September 2020

Mawar Kering


Kepada sejarah yang pernah tertulis 
indah diantara pualam mega
urat nadimu lembaran lotus
terpahat cinta yang merah merekah

lalu musim telah muak dengan mawar atas durinya
mengoyak tiap jiwa-jiwa rapuh
percuma diobral cinta sepicis

rombengan pun
tak mau membeli
tak ada pemulung mau memungut
perdu liar mawar di altar suci
hanya menjadi onak tanpa harga diri

mengemispun tak sudi
cinta itu telah menguap

                                 : berharap pada angin malam, kelam, bintang, rembulan, mentari

angin malam, kelam, bintang, rembulan, mentari
milik semua orang, bukan milikmu sendiri

Mawar kering hanya sejarah yang tak pernah diulang




By: Filiya Sang Putri Alfath

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya tunggu kritik dan sarannya :D