Hanya saja hatimu bukan cubicle
Di kardus kardus etalase
Lalu merangkak naik keatap atap
Meledakkan otak setiap mata yang memandangmu
Bukan pada tuhan kau mengadu
Toh dimana tuhan
Kaupun tak tahu
Lalu mengapa kau menengadah tiap kali berdo’a
Jika tuhan selalu ada di hatimu
Harusnya kau dekap ia agar tak pergi
Agar zat-nya menyatu dalam setiap butir darahmu
Lalu kau ingin melesak ke dadaku
Dan menggeser tahtamu pada tuhan agar sama tinggi
Aku bukan pelacur
Yang bermain sex lalu menyalahkan tuhan
Bonsoir, Chéri (selamat malam sayang)
Sudah remukkah?
Sudah hancurkah?
Aku punya buldozer
Untuk menggilas kepalaku sendiri
Rindumu pada anai-anai
Terburai di basah ujung rambutmu
Mengelupas segala birahi tentangmu
malam dan hujan memberimu tempat untuk meratap
Jan 2014-Putuk Truno
By: Filiya Sang Putri Alfath
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D