Selasa, 22 November 2016

Persetan

Saya menulis untuk menikmati waktu
Saya menulis apa saja yang ingin saya tulis
Bukan apa yang ingin anda baca
Jika anda tak suka membaca
Tontonlah tv, dengarkan radio atau apa saja
Dan apa apa saja yang tak perlu dibaca
Saya menulis untuk merasai
Saya menulis untuk memaknai
Saya menulis untuk membenci
Kemudian anda datang lalu memaki
Lalu saya tidak perduli
Dan anda terus mencaci
Lantas apa yang anda cari
Kalau anda benci anda boleh pergi
Bukan menanti saya untuk menulis lagi
Nanti lama lama anda semakin sakit hati
Dan saya masih tetap mejulis sesuka hati
Kemudian dengan anda memperingati saya agar hati hati
Bagi saya menulis itu tidak perlu hati hati
Biarkan saja semuanya mengalir seperti sungai
Kalau salah tinggal pencet panah arah ke kiri
Bukankah anda membuang waktu anda untuk menasehati?
Karena saya tidak akan beranjak apalagi berdiri
Saya pun tidak akan berhenti menggerakkan jari
Apalagi untuk sekedar mendengar anda mencaci maki
Saya bisa catatkan omelan anda yang penuh intonasi
Bisa juga ocehan itu jadi puisi
Barangkali lain waktu anda butuh orasi
Wong gendheng kok dituturi
(Orang gila kok dinasehati)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya tunggu kritik dan sarannya :D