Selasa, 28 Februari 2017

Menarik

Masalah itu ada dipaku
Carut wajah si nona kecil yang mengasah gincu
Loreng loreng berbaris berputar putar
Boneka kayu melayang terbang
Menuju kahyangan sambil malang melintang
Nina bobok ya sayang
Semoga terlelap selalu
Paku paku berserak di lantai marmer
Hai hai
Katanya menyapa satu sama lain
Apa kau tetap langsing seperti dulu?
Ah tidak juga
Oksidasi membuat kulitku sedikit menggembung keropos di sana sini
Di sana di sini
Warna warni krayon di sekujur tubuh boneka kayu
Nona kecil keringkan rambutmu
Nona kecil berjingkat
Melihat paku paku tersenyum menggendong boneka kayu
Beberapa paku berkarat menancap di dadanya yang penuh warna

Ribut

Aku
Ya aku
Sungguh tak salah dengar
Ketika aku melakukan itu padamu
Tapi ah
Aku tak seperti biasa
Pun kali ini
Seperti sebuah riak
Dan batu batu patahan gentingmu yang rontok
Ada sajak berulang
Dibaca lagi
Seperti sebuah rumus
Yang ada datang hilang lalu pergi
Monyet monyet nakal
Semuanya menyerbu rambutmu
Mengurainya hingga terbelit
Melilit hingga ke belakang telinga
Aku
Masih disini dengan segala kekakuan
Jika mata mu adalah serpihan
Bolehkah aku memungutnya
Sebutir debu saja
Remah genteng basah memerah

Kaos kaki

Hai
Apa kabar?
Apa kau masih sama seperti dulu?
Mengembara di negeri asing tanpa menapak ke tanah?
Dibawah
Setengah melayang
Tertutup kain
Tertutup kulit
Tertutup plastik
Tertutup karet
Tertutup kayu
Seperti sebuah siluet manusia
Ah bukan
Aku hanya pengembara dengan sejumput pesan damai
Pada alang alang yang kuinjak
Tak satupun kutatap matanya satu satu
Aku tak pernah menoreh lumpur atau kerikil
Hanya beberapa awang awang setengah melayang