Aku
Ya aku
Sungguh tak salah dengar
Ketika aku melakukan itu padamu
Tapi ah
Aku tak seperti biasa
Pun kali ini
Seperti sebuah riak
Dan batu batu patahan gentingmu yang rontok
Ada sajak berulang
Dibaca lagi
Seperti sebuah rumus
Yang ada datang hilang lalu pergi
Monyet monyet nakal
Semuanya menyerbu rambutmu
Mengurainya hingga terbelit
Melilit hingga ke belakang telinga
Aku
Masih disini dengan segala kekakuan
Jika mata mu adalah serpihan
Bolehkah aku memungutnya
Sebutir debu saja
Remah genteng basah memerah
Senandung Gamelan Djiwa,Terbang bersama ekstasi mimpi, Melihat dunia dalam imaji, Lihat aku disini dan kau kan mengerti...
Selasa, 28 Februari 2017
Ribut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D