Sabtu, 26 September 2020

Cinta

Perasaan gila ini datang kembali
Semua yang tidak masuk akal terasa wajar
Perasaan ini sangat kurang ajar

Selasa, 22 September 2020

Karate

Petarung kecil mengikat sabuk
Meluruskan paha 
Menapakkan kuda kuda
Bersiap menyerang juga bertahan
Menyerang apa saja
Semua di babat habis
Juga balok balok beton
Semua habis patah
Beberapa juga remuk
Petarung kecil mengusap peluh
Lalu siap berlaga kembali

Senin, 21 September 2020

Stop jangan bicara!

Ada saat saya mulai ragu dalam berkata
Takut tiba tiba hilang
Lalu dijerat pasal pasal
Dengan berbagai cara
Saya tidak mengkritik atau propaganda
Hanya berkata kata
Menulis semua apa yang ada
Tapi banyak orang terusik adanya
Lalu berlomba menyingkirkan saya
Jangan tanya apa atau bagaimana
Sudah banyak contoh yang ada
Beberapa diantaranya sangat rapi
Tak terendus media
Bahkan yang viral juga bisa di rekayasa
Yang kuat saja dibangus
Apalagi yang lemah
Siapa yang mencari saya selain keluarga
Empati hanya sekedar ketikan jari
Beberapa jari juga mampu menggoyahkan negeri
Mudah saja menggoyahkan bangunan tanpa pondasi

paradigma

Mulai diam
Hening
Lalu lalang tetang apa yang akan dikatakan orang lain perihal diri saya
Terus saja menyembul dalam otak
Lalu hati
Celingak celinguk saat melangkah pergi
Dengan hati hati
Semoga mereka tak seburuk prasangka saya
Saya takut
Saya merasa sangat bodoh

Senin, 14 September 2020

Gunjingan

Bicara saja
Katakan saja
Jangan diam
Semua boleh berkata
Saya juga boleh mendengarkan
Atau tidak mendengarkan
Silahkan saja

Sabtu, 12 September 2020

Jubah hitam

Ternyata aku rindu suaramu yang lepas, keras, tegas tanpa mendayu dayu.
Langkahmu yang tegas dan mantap membuat nyaliku menciut
Jilbab yang lebar terburai
Jadi saksi

Hasrat


Jauh di relung hati

Menginginkan disayangi

Betapa perih saat kasih beranjak pergi

Diiringi bosan dan ego

Meninggalkan iri dan emosi

Dgn yakin aku menyadari

Aku tak selevel dengan dirinya

Aku tak sempurna seperti dirinya

Tapi salahkah jika aku memimpikan kesempurnaan

Bukankah… setiap orang memiliki keinginan

Bukankah… mimpi adalah hak setiap orang

Atau… mungkin…

Hanya orang-orang elite yg boleh memiliki harapan

Oh tuhan… dimana letak keadilan

Saat di dunia tidak ada yg gratis

Saat di dunia tidak ada yg cuma-cuma

Apakah? Sedemikian halnya dengan cinta

Aku memang bukan orang terpandang

Tapi aku tetap manusia yg punya perasaan

Yg bisa menderita saat terluka

Yg bisa merasakan sakit saat ditinggalkan

Pergilah hapus bayangmu dari dimensiku

Jgn kau pernah kau tangisi kepergianku

Karna air mata takkan pernah memanggilku untuk kembali

Perih hati tersayat menerima kekalahan

Kucoba untuk tetap berdiri menegarkan

Hati karna langkah takkan terhenti

Hingga Akhir yg akan mengakhiri





By: Filiya Putri Alfath

At :8-01-2008







MIMPI


Satu hal yg kuingin

Dalam hidup ini

Lalui hari dalam pelukan sang kekasih

Dengan senyum yg slalu menghiasi

Satukan langkah melawan waktu

Lupakan semua persoalan kelabu

Dengan cita-cita

Yang tak pernah kehilangan arah

Akan ku wujudkan semua impian

Karna masa depan

Berada di kedua tangan



At: 1 desember 2007






GOOD BYE



I close my eyes

To try forgetting you

Wuth every beautifull day

Please leave me alone

For erase your smile from my brain

Because no other

Way than to say good bye



At: 4 desember 2007









RASA YANG KUPENDAM


Sampai kapan aku harus memendam

Rasa ini

Semakin lama semakin dalam

Hingga tak sanggup menahan

Antara cinta dan logika

Aku mencintaimu tapi tak sanggup memilikimu

Andai saja suatu saat kau tau

Bahwa cinta ini milikmu



At: 27 desember 2007






Cinta Itu Buta Keadilan


Tak lagi kurasa ketenangan di jiwa

Saat arogan memilih dia

Yang kedua…

Kurasa hanya…

Aku terlalu pengecut

Untuk menemukan cinta

Andai saja cinta tak membawa luka

Rasa hati ingin memiliki

Namun akal tak sanggup berkhayal

Dia disana terlalu alite untuk dimiliki


At: 27 desember 2007


Pria muda

di pelataran tepian dermaga kini
aku terpaku seorang diri
lamunan masa lalu
kembali mengusikku
di ufuk barat mentari tenggelam sinarnya
rona kemerahan muncul kembali
Mengulang rasa yang pernah sama

Mawar Kering


Kepada sejarah yang pernah tertulis 
indah diantara pualam mega
urat nadimu lembaran lotus
terpahat cinta yang merah merekah

lalu musim telah muak dengan mawar atas durinya
mengoyak tiap jiwa-jiwa rapuh
percuma diobral cinta sepicis

rombengan pun
tak mau membeli
tak ada pemulung mau memungut
perdu liar mawar di altar suci
hanya menjadi onak tanpa harga diri

mengemispun tak sudi
cinta itu telah menguap

                                 : berharap pada angin malam, kelam, bintang, rembulan, mentari

angin malam, kelam, bintang, rembulan, mentari
milik semua orang, bukan milikmu sendiri

Mawar kering hanya sejarah yang tak pernah diulang




By: Filiya Sang Putri Alfath

Jumat, 11 September 2020

kerikil

Kerikil selalu ada dimana mana
Bahkan di matamu
Tidak hanya dalam sepatu
Besar kecil
Bulat pipih
Lancip atau bergerigi
Ada pula yang kecil selembut pasir
Kerikil yang tak pernah datang
Selalu ada dan tak pernah pergi
Kerikil kerikil
Terserah kau pilih untuk melihatnya atau mengabaikan
Kerikil selalu ada dalam setiap masalah
Pola pikir juga perasaan
Dalam sepatu menyakiti
Dalam hati mengundang dengki
Kerikil kerikil selalu ada dalam setiap kehidupan
Suka atau tidak

Bisa jadi kerikil adalah dosa dosa yang menumpuk dari kecil hingga menjadi bukit
Atau sebaliknya

Tinggalah kamu disini dengan kerikil berbagai macam rupa

hari ini

Corona nyata atau rekayasa
Mengerikan atau mengada ada
Nenek berkata pagebluk memang bukan perkara mudah
Tapi soal china?
Apa yang tidak palsu dari sana?
Kemanusiaan, uyghur dan segala arogansi lainnya.
Apa lagi yang hendak di bungkam?
Form C1 diakali
Kemenangan oligarki
Kebebasan berpendapat semakin dikebiri
Ah orang orang ini
Selalu jadi topik perdebatan di warung kopi
Sembari tuma'ninah berbagi wifi

Kamis, 10 September 2020

aku tak ingin bilang cinta

Jangan omong kosong
Persetan dengan gelora
Itu hanya kalimat bod*h yang membuatku kehilangan akal sehat

Kelas

Kaki meja mulai kusam
Kilapnya mulai lenyap
Seiring hilangnya tawa bocah bocah
Yang biasa berlarian ke segala arah
Juga lantai dan papan tulis semuanya berdebu
Pandemi memaksa setiap orang mengunci diri
Tak ada lagi senyum yang nampak
Tak ada lagi jabat tangan
Semuanya harus menjauh, entah sampai kapan
Kaki kaki meja mulai bercerita 
Kepada lantai, kepada dinding, kepada pintu pintu yang tak pernah dibuka
Mereka juga sama sama merindu

Rabu, 09 September 2020

Mulai Gila

Hai...
Kubisikkan namamu pada sederet burung gereja.
Apa burung itu datang kepadamu?
Apa dia menyampaikan pesanku?
Aku sendiri termenung dan merasa sangat bodoh.

Selasa, 08 September 2020

Hatiku basah

Kemana anai anai terbang?
Dimana ada mimpi yang bisa dicuri.
Sama seperti aku yang tak penat mencari
Dimana rasaku kau bawa pergi

Kamis, 03 September 2020

miris

Jika yang agamis di cap teroris
Dan pemuda hanya duduk meringis
Lalu apa yang seharusnya di gubris?
Sejak idealis dijajah faktor ekonomis?

Perih menahan tangis
Pancasila di iris iris
Kesaktiannya tak lagi magis

Oh tidak

Hai gadis
Jangan menampakkan diri di depanku ya
Karena kecantikanmu menguapkan setiap tinta
Hingga aku kehabisan pena
Besoknya aku membawa pensil kemudian mata pensilnya meluruh seperti jam pasir

Hingga aku lupa dengan smartphone yang kumiliki, kucoba menangkap ulasan senyum di wajahmu.
Tapi ah...
Bateraiku kosong, lowbat
Semua menjadi kacau tak sesuai rencana
Lagi lagi aku pulang dengan tangan hampa

Aku hanya mencoba mengabadikan sedikit saja keindahan yang diciptakan tuhan
Semuanya berjalan kacau saat kau ada

Kenapa tak kau sisakan se-jepret foto manja di sosial media seperti layaknya perempuan lain yang kukenal. 
Segala yang misterius tentangmu membuatku gila
Membuatku bodoh
Membuatku seperti kerbau yang mengangguk sepanjang hari

Entah sihir macam apa ini?
Jangan tanya soal detak jantungku
Semuanya berdegup lebih kencang, bahkan nadi di tanganku
Darah darah itu mengalir begitu cepat

Jantungku seperti piston yang bergerak meletup letup
Darahku mendidih

Aku hanya menunduk melewati perempuan ini
Hanya agar semua terlihat normal
Aku tak ingin semua kegilaan membuatmu takut padaku

Hai gadis, yang selalu menundukkan pandangan!
Hati hati
Sekali matamu melirik padaku
Aku mungkin tak sadarkan diri

Selasa, 01 September 2020

inikah aku

Adakah yang mencari nenek tua bersyair hantu
Tentang daun daun gugur
Bercerita tentang hujan
Dan aroma tanah basah
Nenek tua hanya punya kata
Si bodoh yang terus saja berlaga
Bahwa putik setiap bunga punya cerita
Dan fabel fabel adalah benar adanya
Rambutnya telah memudar
Kulitnya tak lagi bersinar
Kebodohan kebodohan datang silih berganti
Tulisannya makin tak berarti
Nenek tua tak pernah berhenti

Komentar netizen

Hanya sepasang jempol
Tanpa jari
Tanpa nurani
Merangsek ke ulu hati
Membuatku mati
Semua berasa benar sendiri
Aku semakin gusar

Mencuci hati

Aku merendam rindu rindu dalam bak
Semalaman tanpa jeda
Memutihkan serat serat seperti sediakala
Hingga aku lalai
Rindu rindu itu mulai membusuk
Wangi telah pergi
Noda noda merebak lagi