Kilapnya mulai lenyap
Seiring hilangnya tawa bocah bocah
Yang biasa berlarian ke segala arah
Juga lantai dan papan tulis semuanya berdebu
Pandemi memaksa setiap orang mengunci diri
Tak ada lagi senyum yang nampak
Tak ada lagi jabat tangan
Semuanya harus menjauh, entah sampai kapan
Kaki kaki meja mulai bercerita
Kepada lantai, kepada dinding, kepada pintu pintu yang tak pernah dibuka
Mereka juga sama sama merindu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D