Rabu, 28 Oktober 2020

kesinambungan

Pejuang kecil ragu ragu merogoh saku
Pada bapak tua yang menengadah

Pagi tadi di media masa
Ramai orang orang bicara
Tentang pengemis dengan gaji fantastis

Ya Allah...
Kenapa begitu mudah setan memperdaya
Membuat sedekah hilang ikhlasnya

Jika saja mereka tahu gaji pengemis lebih bersahaja
Tapi kerja membuat kita lebih berjaya
Dengan untung tak seberapa

Pejuang kecil berkata 
Bapak masih kuat bekerja bukan?
Mari menjadi pahlawan bumi bersama kami

Saya hanya tukang rombeng
Mendaur ulang segalanya demi uang
Kata orang saya ini pejuang
Pejuang zero waste yang terbuang

Sabtu, 24 Oktober 2020

Catur

Aku menyukai bidak bidak berkepala bulat
Mungil dan terdepan
Bagaimana aku tidak jatuh cinta
Langkahnya kecil kecil
Hanya satu kotak kedepan
Melangkah atau dimakan
Seperti sebuah kehidupan

Kamis, 08 Oktober 2020

Setan aristokrat

Tumbuk kebencian itu hingga remuk
Di tumpuk tumpuk
Hingga setinggi pohon lapuk
Amarah melesak ke dalam relung dada
Menghimpit rusuk
Memompa darah meletup meledak
Hingga api api itu terbakar air mata
Seperti bensin yang sengaja diletupkan
Oleh setitik pijar 

Demokrasi hanya menjadi masa transisi
Dengar atau lari
Dengan uang semua jadi tuli

Minim interaksi, bungkam saja semua kongsi
Tanpa hati tanpa nurani
Ibu puan yang maha tinggi
Jangan bungkam suara wakil kami

Saya berteriak di jalan jalan dan tidak sendiri. 
Menanti anda dan presiden membuka mata membuka hati
Meski saya tak yakin anda masih punya nurani

Sidoarjo, 8 oktober 2020
Tolak RUU prakerja, omnibus law
Buruh dan mahasiswa turun ke jalan menggenggam nurani di tangannya