Rabu, 09 Desember 2020

selingkuh

Rindumu hanya tumbuh saat jenuh
Dan aku terus terbunuh
Dengan bodoh terus menunggu
Rindu hanya sekedar alasan untuk bertemu
Aku masih dengan ketololan yang sama 
Berharap kemesraan ini sungguh sungguh
Saat kepalamu bersandar di pundak
Dan tumpah ruah segala penat di dadamu
Aku 
Hanya ada aku 
Disini sendiri
Berharap segala masalah itu datang kembali dan kau akan hadir disini
Ada pundakku untuk kau tangisi
Seperti tempo hari
Aku hanya pemberhentian sementara
Pengusir penat 
Di setiap hari indahmu bersamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya tunggu kritik dan sarannya :D