Dan aku terus terbunuh
Dengan bodoh terus menunggu
Rindu hanya sekedar alasan untuk bertemu
Aku masih dengan ketololan yang sama
Berharap kemesraan ini sungguh sungguh
Saat kepalamu bersandar di pundak
Dan tumpah ruah segala penat di dadamu
Aku
Hanya ada aku
Disini sendiri
Berharap segala masalah itu datang kembali dan kau akan hadir disini
Ada pundakku untuk kau tangisi
Seperti tempo hari
Aku hanya pemberhentian sementara
Pengusir penat
Di setiap hari indahmu bersamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya tunggu kritik dan sarannya :D