Kamis, 04 November 2021

senja


Selasar berkata pada batu batu dan bunga di jambangan. Dia pernah ada disini, sebuah kenangan soal lelaki dan tawa. Dia hanya sebuah lolongan perih yang tak kunjung usai. Bilakah dia datang kembali malam ini. Sukulen mungil menjadi saksi tentang rasa yang tetap tumbuh meski tak banyak berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya tunggu kritik dan sarannya :D