Kamis, 20 Oktober 2011

BENCI


Air mata ini membuatku lelah untuk menangis
Setiap kali meleleh karenamu
Kau injak namaku ku tahu kau pun bangga karenanya
Aku mengerti tentang semua ini
Aku betah melihatmu tetap tak peduli

Aku mencoba kuat
Bertahan dalam dendam
Tertawa dalam tangis
Mencinta dengan benci

Adakah namamu dalam harapku?
Adakah aku meminta sisa cintamu?....................
Cuih!"

Banyak mereka yang mampu menerimaku apa adanya
Tanpa menginginkan aku berlutut dikakinya
Berharap belas kasihan diatas tahta arogansimu
Akupun menangis saat kau meludahi wajahku

Inikah cinta sejati yang sanggup memberi tanpa harus menerima...????

oleh Filiya Poetry Alfath pada 23 Agustus 2010 jam 12:34

Sabtu, 08 Oktober 2011

Tuhan Jadikanlah Ia Imamku

Tuhan telah mengajarkan banyak hal tentang cinta
Dengan mengutus sahabat-sahabat sempurna
Tuhan…
Rasa ini bersemi kembali seperti dulu kala
Seperti pada insan-insan sebelumnya
Tuhan…
Apakah rasa ini realita?
Dengannya nafasku begitu sempurna
Tuhan…
Jika rasaku padanya adalah keridha’an yang nyata
Maka tetapkanlah aku padanya
Tuhan…
Di hatiku terdapat ketakutan yang membara
Aku takut cintaku padanya hanya sementara
Tuhan…
Aku ingin imamku mengajariku
Arti mengenal tuhan seperti tuhanku
Tuhan…
Jika dia mengajariku mengenalmu, lebih dari aku mengenalmu
Maka jadikanlah ia imamku




By: Filiya Sang Putri Alfath

Kamis, 06 Oktober 2011

Kepada Sang Awan Biru

       SELAMAT ATAS PRESTASI ANDA. SEMOGA PRESTASI ANDA MELAMBUNG TINGGI SETINGGI ANDA MEMBECI KEKASIH YG MENINGGALKAN ANDA. NAMUN APA ANDA PERNAH MERABA KEASALAHAN YANG ADA LAKUKAN PADA ANDA SEHINGGA KEKASIH ANDA MENINGGALKAN ANDA. COBA ANDA RABA KESALAHAN TERKECIL DAN TERBESAR ANDA SEBELUM ANDA. BERUCAP. SAYA ADALAH SALAH SATU YANG KAGUM DENGAN KESABARAN KEKASIH ANDA SAAT ANDA BERUCAP TAK PANTAS TENTANG KEKASIH ANDA SAAT DIHADAPAN MAHASISWANYA. APA PANTAS SEORANG KEKASIH MENGGOLOK SEDEMIKIAN RUPA KEPADA KEKASIHNYA. "GAJAH DUPELUPUK MATA TAK TERLIHAT SEMUT DISEBERANG PULAU NAMPAK" PEPATAH ITULAH YANG HARUS ANDA RENUNGI.


    Kekasihku mengatakan aku membuatnya sebagai kacung, dia mengolok-ngolok didepan orang lain. aku tahu itu dan bukan sekedar kabar angin belaka, jangankan kalimatnya, jamnya, menitnya detiknya, tanggalnya aku punya bukti orisinil dan otentik. aku mengerti dia orang teater yang pandai bersandiwara namun sayangnya kepandaiannya membuat naskah sandiwara dikalahkan oleh hacker. Dia mengatakan bahwa aku tak lagi selevel dengannya yang baru menjadi DOSEN. Kini air mataku menjadi telaga yang siap menenggelamkanmu. Api yang kau sulut kini mengaben jasadmu, mawar punya duri bukan untuk menyakiti tapi untuk melindungi diri.  PEPATAH ITULAH YANG HARUS ANDA RENUNGI

    Kebenaran selalu punya cara untuk membuktikan diri, dua paragraf berwarna diatas adalah sebuah perdebatan kusir tentang cinta yang apatis. 
     ketika cinta yang didewakan menjadi sebuah sarkasme yang tak berkesudahan. apalagi yang bisa diharapkan? itulah mengapa cupit si dewa cinta yang gendut selalu membawa panah, saat panah yang ditancapkan si cupit telah tercabut. Cinta akan hilang yang tersisa hanya luka dan hati yang koyak.
     Semakin dalam panah menancap semakin lebar dan dalam pula luka yang dihasilkan. adakah hati akan sembuh setelah terkoyak? TIME HEALS EVERY WOUNDS (waktu akan menyebukan luka) tapi bekas luka iu masih ada dan masih tetap ada seperti keloid yang menghitam tebal dan takkan pernah hilang.
       Jadi buat yang baca tulisan ini jangan macam-macam dengan cinta ya....!!! lima huruf C-I-N-T-A tak sesederhana seperti Bu Guru mengajari membaca dan mengeja kata.
BE CAREFULL...!!! ^_^

By: Filiya durung nggennah 

Rabu, 05 Oktober 2011

SUTRA DAN POHON SALAK

Saat mata sebening embun
Ada hati selembut sutra
Diantara cambuk cinta yang mengayun
Dewa-dewi mabuk olehnya

True love is builshit
Take it or leave it
Seperti jaring-jaring pahit
Di batas cakrawala yang kian sempit

Cerita cinta yang orang-orang bilang, sudah basi di telan realita
Yang kutahu, dimana ada harta disana ada cinta
Seperti wakil rakyat yang mengikat suara
Uang dapat bicara dan berkuasa

Aku seperti sutra dan pelepah pohon salak
Jangan kau dekati, atau duriku akan menyalak
Welcome to our game
Do it…! Or die
 
Aku berdiri disini dan takkan mendekat
Ku tahu durimu kan menjerat
Tapi aku terlambat
Dosa yang kau buat terlalu nikmat

Lalu nyanyian asa membuatku terbuai dengan paksa
Once again
Welcome to our game
Do it….! Or die

Wahai para pecinta
Jurang berkabut memang terlihat seperti surga

Sekarang, mari kutunjukkan padamu
Perih cinta itu seperti sutra yang terlilit di sekujur pelepah salak
Sakit pada awalnya, lalu kau kan terbiasa
Setelah kau terbiasa
Tangan tangan itu akan merengkuh sutra dengan paksa
Hingga koyak tanpa sisa
Jangan pernah membayangkan sakitnya
Seperti sakaratul maut kiranya.

Apalagi yang bisa kau andalkan tentang cinta
Layla Majnun? Mereka berdua mati tanpa pernah bersatu
Romeo Juliet? Romeo meminum racun lalu Juliet bunuh diri
Rama dan Shinta? Shinta diculik dan Rama dibantai

Mungkin Barbie cintanya selalu bahagia
Sayangnya Barbie bukan manusia.

By: Filiya Sang Putri Alfath